• saranabinak3@espea.co.id
  • 0811-1180-6981
News Photo

Antisipasi Penyakit Akibat Perubahan Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena cuaca ekstrem di awal tahun 2025 ini dipengaruhi oleh transisi musim serta aktivitas atmosfer regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin. Akibatnya, suhu udara mengalami fluktuasi tajam, kelembapan meningkat, dan potensi curah hujan tidak bisa diprediksi secara konsisten.

Dampak Perubahan Cuaca terhadap Kesehatan

Menurut Kementerian Kesehatan RI, perubahan suhu dan kelembapan yang drastis bisa memengaruhi sistem imun tubuh, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan. Beberapa penyakit yang sering muncul akibat perubahan cuaca antara lain:

  • Influenza dan Flu Musiman
    Virus influenza mudah menyebar saat cuaca dingin dan lembap. Data WHO menunjukkan bahwa flu musiman menyebabkan 3–5 juta kasus penyakit berat setiap tahunnya secara global.
  • Radang Tenggorokan dan Batuk Pilek
    Perubahan suhu mendadak membuat saluran pernapasan mengalami iritasi. Ini bisa memicu peradangan dan infeksi ringan hingga sedang.
  • Asma dan ISPA
    Partikel debu dan polusi udara yang terbawa angin saat musim kering atau lembap dapat memicu kambuhnya asma serta memperburuk kondisi ISPA.
  • Demam Berdarah Dengue (DBD)
    Genangan air akibat hujan tiba-tiba bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 42.000 kasus DBD terjadi pada awal tahun 2024.

Langkah-Langkah Pencegahan

Untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, berikut beberapa langkah yang direkomendasikan:

  • Perkuat Sistem Imun
    Konsumsi makanan bergizi seimbang, tinggi vitamin C dan D, serta antioksidan alami. Kemudian Istirahat cukup dan kelola stres secara sehat.
  • Gunakan Pakaian Sesuai Cuaca
    Selalu sedia jas hujan atau payung, dan kenakan jaket saat cuaca dingin. Kemudian Gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan, terutama di area berdebu atau saat suhu turun drastis.
  • Menjaga Kebersihan Lingkungan
    Cegah genangan air untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk. Lalu Rutin mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan virus.
  • Ventilasi dan Sirkulasi Udara
    Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik untuk menghindari penumpukan virus dan bakteri.
  • Segera Periksa ke Fasilitas Kesehatan
    Bila mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk berat, atau sesak napas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan dini.

Musim dengan cuaca yang tidak menentu merupakan tantangan bagi masyarakat, tidak hanya dalam aktivitas harian tetapi juga dalam menjaga kesehatan. Peran serta individu, lingkungan kerja, dan pemerintah sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan penyakit musiman.

Penting bagi perusahaan dan tempat kerja untuk mulai memperkuat kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), termasuk edukasi rutin kepada pekerja, penyediaan APD yang sesuai dengan kondisi cuaca, serta akses cepat ke layanan kesehatan.

Dengan kesiapsiagaan dan kedisiplinan dalam menjaga kesehatan, kita bisa melewati musim tak menentu ini dengan tetap produktif dan sehat.

 

Penulis : R. Mochammad Satrio Adi Wicaksono | Sarana Bina k3

Share This News

Comment

Ingin tahu informasi lebih lanjut?